Showing posts with label kitchen princess. Show all posts
Showing posts with label kitchen princess. Show all posts

Sunday, October 9, 2011

pasta a la fanny

i dont like to cook.
no, correction.
i do like to cook (and eat!), but i just dont have enough patience to create something out of scratch.
the best choice of no-mess-less-than-15min-prep-yummy-guaranteed dish for me and jo is pasta.
here are some 'recipes':

basic ingredient: cooked pasta (i normally use spaghetti or fettuccine)

spaghetti aglio olio
- onion - chopped
- garlic - chopped
- s&p
- olive oil or sometimes i used garlic oil
- spring onion (optional)
- champignon (optional)

how to cook?
saute onion and garlic in oil. toss the spaghetti and add s&p

tips : i sometimes eat it with sunny side up or baked salmon with cream cheese

baked salmon with cream cheese (original recipe from philadelphia)
- salmon drizzle in some lemon juice (not too much!)
- spread the cream cheese on the fish (i use the flavored one, you can also use the original one just add some chopped celery/spring onion/dill whatever herbs you like))
- sprinkle bread crumbs (optional)
- baked in oven 180-200 dc for 20-25 minutes


spaghetti aglio olio with baked salmon


cheesy creamy delicious pasta with scampi
- chopped onion, garlic and spring onion
- cooked pasta
- champignon + scampi
- some oil
- cooking cream (i normally use boursin cuisine (with herbs) - but you can also use cream cheese with a bit of milk to soften it) (or you can also add some curry powder if you want that rich asian taste in your cream sauce)
- s&p

how to cook?
Saute scampi's. Saute onion, garlic and spring onion. add mushrooms. add pasta. add cooking cream. add s&p

tips: no cooking cream/cream cheese? You can use instant soup. I once used Royco minute soup (chicken tandoori or curry) as sauce. just make it thicker than regular soup (use less water).


creamy tagliatelle with scampi





yup, that's how lazy i am in the kitchen.
but you dont have to spend hours to create yummy food.
besides, who hv time now?
i do have a life, you know? :-)

Sunday, February 13, 2011

(ceritanya) Resep : Nutella Choco Chips Muffin

Berawal dari kejadian semalem saat saya membuat BPBM ,  Alyssa minta dibuatin muffin lagi - tapi kali ini tanpa peanut butter. Saya berjanji akan bakin lagi minggu pagi.
Bangun tidur, si neng menagih janji. Tapi, pisang habis... dan neng gak mau menunggu papa beli pisang dulu. Tapi, tetap muffinnya harus spesial, pintanya. Jadilah saya putar akal... dan memutuskan bikin Nutella Choco Chips Muffin (keren kan namanya?). Pikir saya, when in doubt, use as many choco as you can!!! :)

Ini resep muffin dadakan nutella choco chips saya.

Bahan 1:
- 2-3 sendok makan munjung banget nutella
- 2-3 sendok makan munjung banget margarine
- beberapa tetes vanilla essence
- 1 telur
- seciprit susu
- 1/4 cup gula

Bahan 2:
- 1 cup munjung banget terigu
- 1/2 tbsp baking powder
- 1/2 tsp garam

Optional :
- choco chips
- Doa anak budiman (ini sebenernya penting banget- apalagi kalau dilakukan di depan oven seperti yg dicontohkan di gambar berikut ini)


















Cara Membuat

Campur bahan 1
Campur bahan 2
Campur bahan 1 & 2
Masukan ke dalam cetakan muffin
Taburi choco chips
Panggang 15-20 mnt 150-180 dC.

Results?


















Verdict?
"Het is heeel lekker. Mama is de beste kook ter werld! " (enak banget, mama is the best cook in the world)

Saturday, February 12, 2011

balada seorang kitchen princess

Ceritanya, beberapa hari yang lalu saya ngebaca blog dia-yang-namanya-tak-boleh-disebut (tapi boleh diklik.. hihi!) yang abis bikin banana peanut butter muffin(BPBM). Wah, saya ngeces berat liatnya. Banana, saya suka. Muffin, saya doyan. Peanut butter, kesukaan saya. Nggak mungkin gak enak. Lagian, katanya, gampaaang banget buatnya. Terus, saya emang punya cita-cita bikin muffin lain selain muffin pisan-choco-chips andalan saya (dan satu-satunya jenis muffin yang saya kuasai dan pernah saya buat).
Nah dengan alasan-alasan itulah, saya berniat untuk bikin BPBM itu.

Niat saya sempat tertunda karena baking powder saya abis, jadi acara baking-bakingan diundur sampai weekend. Kebetulan, saya juga kepingin beli measuring cups. Biasa.. latah.. hihihi! Dasar emak-emak..
Ternyata oh ternyata, gak gampang loh cari measuring cups di Belgie. Dasar kampung deh Belgie ini.. Atau mungkin karena MC itu ukuran Amerika, jadi gak kepake di sini? Entahlah. Yang jelas saya ampe niat banget ke mall ke toko khusus masak-memasak alice-delice plus beberapa toko (ada kali 5 toko saya liatin).. nggak dapet juga! Akhirnya saya nyerah.

Eh, pas ke Carrefour buat belanja makanan sekalian beli baking powder.. saya nemu itu measuring cups! Digantung begitu aja deket tepung-tepung.. Woohooo!!!! Udah gitu sepaket pula dengan measuring spoons.. Yay!!! Murah lagi! Double Hurrayyyy!!!

Sayapun langsung mikir.. ini kayaknya jodoh nih.. emang udah suratan kalau malam ini saya harus baking! *halah*

So.. here we go. Kitchen Princess langsung beraksi.

Dari awal, saya udah niat pengen strict ngikutin resep. Gak mau sok 'kreatip' seperti biasa yang suka ngerubah-ubah resep seenak jidat. Pokoknya kali ini saya mo nurut.
Kecualiii... saya gak pengen pake wortel seperti resep, soalnya saya males bikin pure wortel, lagian gak punya wortel juga. Jadi niat saya pisangnya aja dibanyakin. Udah segitu aja perbedaannya....

Tapiiiiiiii.... ternyata pisang di kulkas tinggal satu biji. Padahal tadinya saya pikir ada dua biji. Ah sudahlah, sudah malem, gak papa pake pisang satu biji ajahhh...

So saya tetap meneruskan pembuatan BPBM saya.
Biar gaya, tentu saya pake measuring cups baru dong.. yang ternyata in a way rada bikin belepetan kemana-mana... tapi gpp.. tetep lebih praktis daripada harus nimbang-nimbang..
Oya, gak lupa pake measuring spoon juga dong.. walaupun tadinya saya gak niat beli measuring spoons karena biasanya saya pake perasaan doang, tapi karena udah punya, baru pula.. jadi kan berasa keren kalau dipake.. hihi. kayak koki profesional!!!

Cuma kok... ini katanya garemnya 1 tsp, tapi kok gede aja sendoknya, gak bakal asin nih.. ? Hmm.. saya mulai ragu. Berhubung saya janji mo ngikutin resep, yah saya terus aja nuangin garem ke sendok... sampai tiba-tiba mata saya gak sengaja ngeliat sendok-sendok lain dan liat satu sendok kecil dg tulisan 1/2 tsp. Lah, jadi yang lagi saya pake ini apa dong?
Ternyata sodara-sodara... saya lagi nuangin garem ke sendok 1/2 tbsp instead of 1/2 tsp.  Halah, beda satu hurup doang ternyata besar yah bedanya :)) Ups.. untung ketauan!!!
Habis itu saya bubuhin 1/4 tsp baking soda dan 1/4 tsp baking powder... ehhh.. tapi kok kayaknya dikittt banget.. tambahin lagi deh baking powdernya sejumput... Yaelahhhh.. kalau begini mah ngapain juga pake measuring spoon segala Pan? *toyor*

Ya.. setelah itu semua lancar sampai saya memasukan adonan muffin ke dalam oven, terus saya mulai beberes dapur dan melihat... stoples brown sugar ! Auuu... resepnya tuh bilang, kalau sebelum adonan dituang ke cetakan, harusnya ditambah gula lagi...dan... saya...lupa... hiksssss....

Yo wess lah.. gue juga gak terlalu suka manis, saya menghibur diri.  Terus ngejogrok di depan oven buat ngeliatin muffin saya. Eh, tapi kok setelah 5 menit gak ada tanda-tanda ngembang yah... Terus.. kok kayaknya adonannya lumpy sangat begitu. No wait.. adonannya emang harus lumpy, tapi adonan gue itu... errr.. dehidrasi gitu kayaknya....

Ya sutra lah. saya pasrah...
Gak lama kemudian... muffinnya jadi. Kayak begini bentuknya.
Rasanya.. lumayan enak kok, tapi kurang manis (ya eyalaaaah ...!!!)

Saturday, November 13, 2010

Kitchen Princess 2

Udah tau kan kalau saya seorang "kitchen princess" seperti yang pernah saya bahas di sini?
Nah, nggak tau kenapa belakang ini niat saya ber-baking-baking-an mulai menggoda. Belakangan saya pun sangat sukses membuat beberapa kue from scratch. Berbekal ketidakgagalan gelimang keberhasilan beberapa minggu terakhir ini, saya makin pede untuk bereksperimen.
Maka jadilah, minggu kemarin saat istirahat makan siang di kantor saya browsing mencari resep dan menemukan satu resep chocolate chip cookies. Saya lihat bahannya nggak terlalu macem-macem, metodanya juga lumayan simpel.
Ah, pasti bisa.. pikir saya, pede.

So di Sabtu sore yang dingin dan basah ini, saya berniat suci maju ke medan laga untuk mempraktekan pembuatan choco chip cookies. Jo yang kebetulan memang mau ke supermarket saya titipi catatan bahan-bahan yang saya tidak punya di rumah. Begitu dia pulang membawa semua yang diperlukan, saya pun siap beraksi.

Tapi gak tau kenapa, kayaknya dewi urusan pembuatan kue lagi nggak melindungi saya sore ini.
Pertama, saat saya lagi mengocok mentega dengan mixer, tiba-tiba saya, ehm.. salah pencet sehingga mentega muncrat kemana-mana! Asli, dapur saya, dan baju saya, di penuhi mentega...
Ok.. buat orang lain itu mungkin satu pertanda yang membisiki 'Oi Fan udah berhenti aja bikin kuenya.. sana beli di toko biar aman!'.
Tapi seorang Fanny Hartanti, pantang menyerah. CĂ®pratan mentega doang mah, kecil. So I kept on going.
Setelah insiden dengan mentega itu, semua lancar sampai saya sadar kalau resep tersebut membutuhkan 2 telur berukuran besar sementara saya hanya punya telur berukuran medium. Ah, gak masalah... tinggal tambahin telurnya jadi 3. Nooo problem!
Masalah ketiga muncul saat saya sadar kalau semua sendok kecil (tea spoon) saya masih di dishwasher, padahal saya butuh mengukur 1 sdt baking soda dan 1/2 sdt garam. ini juga gak masalah... pakai sendok makan campur feeling!
Masalah keempat... Oiiii tepung terigu saya ternyata nggak cukup!!! Kirain, saya masih punya stok sekilo yang belum dibuka, ternyata nggak ada!
Sekarang saya mulai PANIK!
Setelah ngadu ke Jo dengan tampang mau nangis, akhirnya si papa yang baik hati itu balik lagi ke supermarket, ujan-ujanan beli tepung. Yay!!!
Oke semua beres sampai.... CHOCOLATE CHIPSnya MANA FAN???
Duaaarr... mo bikin choco chip cookies kok nggak ada choco chipsnya....
Keringetan... gemeteran... Ya ampun... mo bikin kue aja susyeeee benerrrr...
Untung... (yaelah masih untung aja).. akhirnya stoples choco chipsnya ketemu juga tapi ya gitu deh, nasibnya sama kayak tepung. Udah mo abis!!!!
Ah ya, nasi sudah menjadi bubur, tepung sudah menjadi adonan, if i cant make choco chip cookies, i am soooo gonna make 'ALMOST choco chip cookies'. Yang penting NIAT!
So, singkat cerita (eh nggak singkat ding).. adonan masuk ke oven juga.
I look like sh*t. My kitchen look like s*it. I feel sh*tty!!!
Oya hampir lupa bilang, kesenewanan saya ditambah saat si neng liat saya bikin kue, dan ngotot mo bantuin, padahal saya lagi nervous berat dengan segala 'cobaan' yang udah saya sebut di atas. Untung, lagi-lagi, Jo jadi penyelamat dengan 'mengusir' neng pelan-pelan dari dapur sebelum jadi pelampiasan kebetean mamanya!

Anyhow.. beberapa menit kemudian saya mengintip ke dalam oven untuk melihat hasil masterpiece saya. Dan ternyata...
LOH KOK KAYAK GINI JADINYA?????!!!!

Ya ampunn.. di resep gak dibilangin yah kalau saya mesti kasih jarak lima meter between the cookies... Kukisnya jadi nyatu gitu bo... hadeeewww....
Begini penampakannya



Omigod saya setres, sampai satu suara mungil di belakang saya berseru penuh kebahagiaan.
"Wow Mama... Cooooool.... you made a flower cookie... Niceeeee!!!"

Ehm... saya yang udah mau nangis darah jadi ikut-ikutan bahagia. Iya bener.. bentuknya jadi keren yah??!! (only people blessed with rich, vivid imagination can see the beauty of it -- if you dont see it, then you are NOT blessed *maksa*)

Dan just FYI, *membusungkan dada*, rasanya enaaaaaaaaak.
Bener, kalau gak percaya, tanya aja Alyssa dan Jo. Malah Jo bilang : enak BANGET!

See? I've told you I'm a kitchen princess...
(just forget the fact that the second batch is totally GOSONG --- but hey that's not my fault, it's the oven's fault!!!)

:))


Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, July 24, 2010

kitchen princess

Hari ini saat lagi masak di dapur -buat martabak, if you must know, bentuk trapesium-  tiba-tiba sekilas pikiran menghampiri benak saya.

'untung gue nggak kerja di laboratorium. jadi ilmuwan, yang berkutat dengan bahan-bahan kimia'

Loh, emang kenapa?
Karena saya amat sangat nggak telaten, nggak sabaran dan 'terlalu kreatif'.
Intinya, saya nggak pernah ngikutin apa kata resep kalau masak. Suka ngawur, dan suka asyik aja ganti-ganti bahan seenak jidat. Mending kalau diganti, kadang dilewatin sama sekali. Atau, karena udah kadung laper, aturan panggang kue 30', saya cepetin jadi 20'.
Ngawur.

Hasilnya, saya pernah bikin cake coklat yang jadinya nggak berbentuk cake. Padahal bikin cakenya aja beli bahan cake instan! Yang cuma tinggal tambah telor dan mentega, terus dikocok. Kok ya gagal!
Alasan gagal pertama, di resep saya di bilang pakai loyang 20X20 cm. Tapi karena saya nggak punya yang ukuran segitu, ya saya pake yang ada aja.
Alasan gagal kedua, di resep bilang panggang selama XX menit, tapi saya males jadi waktu memanggang saya 'persingkat'.
Kuenya jadi... tapi lemes. Cepet ancur. Kayak ager-ager.

Untung, saya terlalu kreatif. Kue ancur itu saya ancurin sekalian, terus remah-remahnya saya penyet ke dalam kotak cetakan kue. Lalu kue yang 'padat' itu saya olesi coklat cair. Jadilah brownies lapis coklat. Hebat kan, mo bikin cake jadinya brownies. Waktu saya bawa cake eh brownies itu ke kantor, kolega saya pada suka. Mereka bilang, enak banget. Ringan, nggak mbleneg kayak brownies biasa. Saya langsung sumringah.

Makanya, jangan heran kalau saya niat bikin opor jadinya oseng-oseng. Kalau ada orang 'bule' yang nanya, ini makanan Indonesia? Apa namanya? Saya cuma bilang, oh bukan, itu makanan ala Fanny. Habis dibanding memalukan nama bangsa, mending ngaku aja.

Nah, karena itulah saya bersyukur saya nggak kerja di laboratorium. Gimana kalau misalnya saya asal nyampurin senyawa-senyawa kimia. Oh, ini harusnya di campur dengan larutan garam... tapi kayaknya asyikan dicampur cairan warna merah ini aja deh, warnanya lebih keren lagian saya males ambil larutan garemnya abis jauh... Dan tau-tau DUAAARRRR... laboratoriumnya meledak.

Itu juga alesan kenapa martabak bikinan saya nggak pernah cantik bentuknya. Pasti kalau nggak trapesium, jadinya jajaran genjang. Habis ya begini, udah masaknya ngawur, masih aja pakai acara ngelamun, mikirin yang enggak-enggak. Yang jadi ilmuwan lah, yang ngeledakin laboratoriumlah, sampai nulis blog.

Saya rasa saya lebih pantes jadi tukang ngayal dan tukang ngarang di banding jadi tukang masak :)