Ada satu kepuasan sendiri untuk bisa ngantor lagi. Bisa mandiri lagi. Bisa jadi 'Fanny' lagi.
I dont mean to lessen those women who choose to be a stay at home mom --i have my respect (and a bit of envy) for them--.. It's just that, it's not really who I am.
Walaupun jujur, kayak semua working mom lain, pasti ada sedikit (atau banyak) rasa bersalah saat harus ninggalin neng Al seharian... Ada sedikit kekhawatiran, 'gimana kalau neng al jadi nggak keurus?', atau 'gimana kalau hubungan kita jadi gak deket?'..
Tapi lucunya, so far, semua pertanyaan ini terjawab dengan positif. Neng Al terurus dengan baik (malah mungkin lebih baik! hehehe) dan hubungan gue dan si eneng justru tambah deket...
Mungkin karena ada unsur kangen dan 'seize the time' alias aji mumpung. Saat-saat dengan neng al jadi terasa lebih berharga, dan gue yang biasanya suka ngomel-ngomel jadi lebih sabar (sedikit), karena selalu berpikir 'ah waktu gue kan udah dikit sama si neng, masa gue harus ngomel2in dia sih..pan kesian!!'
Di sisi lain, walaupun gue bangga bisa dapet kerjaan di sini yang ngedapetinnya susyenya setengah mati (karena biasanya non-eropean atau non-belgie suka dipandang sebelah mata (kadang-kadang malah merem!)), gue suka kangen dengan suasana kerja di indo yang rame dan ceriah!
Di sini, walaupun orang kantor gue ramah-ramah, tapi tetep aja nggak segila temen-temen kantor waktu di indo. Udah gitu, waktu makan siang, nggak ada acara kelayapan sampe dua jam, mampir ke PS buat liat metro sale, bingung mau makan apa dan di mana, atau cekikian di kantor atau kabur ke WC buat nemuin enci-enci yang jualan baju/parfum kreditan! hahahaha
Di sini mah, nggak ada semua itu...
Makan siang palingan makan bekel roti dari rumah atau sandwich/salad order di kantor. Di makan bareng sama beberapa temen kantor di dapur/kantin sambil ngerumpi sopan (maksudnya nggak gila cekikikan atau becanda jorok dan teriak-teriakan kayak orang indo).
Saat kerja juga gitu, santai tapi serius. Sepi nggak berisik kayak kalau di Jakarta dulu.
Tapi teteplah, gue bersyukur. Paling gak kantor gue nggak pelit-pelit amat. Kita disediain ruang makan /dapur/perpustakaan yang luas, komplit dengan microwafe/oven/kulkas penuh soda yang gratis, plus gratis sup instant, teh,kopi, coklat panas, buah-buahan...
Trus, tgl 19 april kemaren, di mana di sini dirayain sebagai hari sekertaris, semua perempuan dapet buket bunga... Lumayan... hehehe

Moral of the story: Hidup yang sempurna adalah tinggal di Belgia dengan segala fasilitas, kerja, dan di gaji euro (!)... plus semua anggota keluarga dan temen-temen juga ngikut dan tinggal deketan... Termasuk juga si Enci-enci tukang baju/parfum kreditan... Dan Mbak Pur, yang suka jual nasi rames ke kantor, dan rela diutangin (tetep!!!)